Ratusan Jamu Ilegal Ditangkap Polda Kalteng di Sampit

Jamu Palsu [Sumber: radarsampit.net]

Palangka Raya, Semarak.News – Jamu ilegal dan diduga berbahaya sebanyak 827 dus ditemukan oleh Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Palangka Raya dan segera dibawa ke Polda Kalimantan Tengah untuk diperiksa dan dilakukan proses lebih lanjut oleh pihak kepolisian.

“Kami hanya membantu pemberkasan, selanjutnya dibawa ke Palangka Raya untuk diidentifikasi oleh Polda Kalteng bersama Balai POM. Nanti juga akan dilakukan pemeriksaan lanjutan apakah jamu itu memang berbahaya atau seperti apa,” ujar Kapolres Kotawaringin Timur (Kotim) AKBP Hendra Wirawan di Sampit, (20/9)

BPOM melakukan penyitaan Jamu tradisional merek “Madu Klanceng” dan “Tawon Klanceng” yang ditangkap dari empat lokasi toko dan gudang yang ditemukan di Sampit pada Senin (19/9). Jamu ilegal tersebut diduga memiliki permintaan yang cukup tinggi di Sampit sehingga pedagang berani mendatangkan jamu ilegal dalam jumlah besar ke Kalteng.

Hendra mengatakan, izin edar dan nomor register jamu tradisional yang tertera di kemasan jamu adalah palsu. BPOM sudah melakukan konfirmasi bahwa kode izin edar POM TR: 063659731 yang tercantum pada kotak jamu tersebut belum terdaftar di BPOM Palangka Raya.

“Kami akan melakukan koordinasi dengan Kantor Pelayanan dan Pengawasan Bea dan Cukai, perihal masuknya dua jenis jamu ilegal itu karena semua jamu itu berasal dari Jawa dan dikirim melalui jalur laut,” ujar Hendra.

Kasie Pemeriksaan dan Penyidikan Balai POM Palangka Raya, Siti Dahliah Noer mengatakan, penertiban yang dilakukan oleh pihak BPOM mengkhususkan pada produk farmasi atau obat, makanan dan kosmetik yang tidak memiliki izin edar atau tidak terdaftar secara resmi.
“Jamu tersebut diduga mengandung zat kimia obat yang membahayakan kesehatan jika dikonsumsi secara rutin. Kita juga belum mengetahui zat lain apa yang ditambahkan di dalam kemasan tersebut dan berapa dosisnya,” ucap Dahliah.

“Sesuai Undang-Undang tentang Kesehatan Pasal 197 tentang bahwa barang siapa dengan segaja mengedarkan produk tanpa izin edar maka akan disanksi maksimal 15 tahun penjara dan denda Rp1,5 miliar,” tegas Dahliah.

BPOM mengimbau masyarakat dan pedagang agar lebih berhati-hati dalam menggunakan atau menjual produk makanan, minuman, obat dan kosmetik agar terhindar dari produk ilegal dan berbahaya. (FA)

TINGGALKAN BALASAN