Singapura Laporkan Nasabah WNI Yang Ikut Tax Amnesti

Heri Gunawan [Sumber : aktual.com]

Jakarta, Semarak.News – Program pengampunan pajak (tax amnesty) yang dijalankan pemerintah menimbulkan banyak pro dan kontra, baik di dalam maupun luar negeri. Atas kebijakan yang dikeluarkan oleh Kementrian Keuangan, banyak Nasabah WNI diluar negeri yang kembali ke Indonesia, khususnya di negara tetangga, Singapura.

Bank-bank swasta di Singapura terancam akan mengalami  kerugian yang cukup besar, karena banyaknya nasabah WNI yang keluar dan mengikuti program tax amnesty. Perbankan Singapura pun tidak tinggal diam, mereka mengancam akan melaporkan hal tersebut kepada kepolisian setempat.

Anggota Komisi XI DPR RI, Heri Gunawan, merespon hal tersebut. Ia mengatakan langkah yang mereka ambil tidak bijaksana, seolah menunjukkan kesan standar ganda terhadap Perbankan Singapura.

“Kita tahu, pemerintah Singapura pernah berkata bahwa penghindaran pajak adalah kriminal. Sementara di sisi lain menganjurkan kepada semua perbankan di Singapura untuk mendukung para nasabahnya yang ingin mengikuti tax amnesty di Indonesia,” jelas Heri di Kantor DPR RI, Senayan, Jakarta Selatan, Senin (19/9/2016).

Sayangnya, Singapura ikut dalam program FATF (Financial Action Task Force) yaitu menegakkan aturan terhadap kegiatan financial yang mencurigakan. Wajar saja, jikalau Singapura bisa melaporkan transaksi atau hal-hal yang dianggap menimbulkan kecurigaan. Hal tersebut bertujuan untuk melakukan deteksi terhadap seluruh kegiatan ilegal seperti money loundy (pencucian uang).

Menurutnya, WNI yang menyimpan uang di negara lain dan ikut dalam program tax amnesty Indonesia tidak dapat dikatakan sebagai suatu tindak kriminalitas, yang mengharuskan adanya investigasi.

Akan tetapi, tindakan yang akan dilakukan oleh Perbankan Singapura untuk membeberkan nama-nama nasabah WNI harus tetap diwaspadai.

“Ini bisa memberi ketidaknyamanan kepada peserta tax amnesty yang ujungnya mungkin ‘diharapkan’ menggagalkan program tax amnesty itu sendiri,” pungkas Ketua Umum HKTI ini.

Intervensi yang dilakukan Singapura dalam program pemerintah, tax amnesti harus segera disikapi dengan tegas oleh pemerintah.

Anggota Komisi XI DPR RI lainnya ikut menanggapi hal itu. Mukhammad Misbakhun mengatakan tindakan Singapura tersebut sangat kasar dan bertujuan untuk menggagalkan program pemerintah.

“Fakta itu memperkuat dugaan awal, bahwa Singapura memang sangat kuatir dengan program tax amnesty Indonesia, karena akan mempengaruhi ekonomi mereka,” jelas Misbakhun.

Program pengampunan pajak sekarang dalam masa kritis dan krusial, karena penerimaan pajak masih cukup jauh dari target yang ditentukan.(MM)

TINGGALKAN BALASAN