Banyuwangi Raih Penghargaan Terbaik Dunia Bidang Pariwisata oleh PBB

Foto Bupati Banyuwangi bersama negara-negara lain yang ikut dalam UNWTO. [Sumber: nationalgeographic.co.id]

Jakarta, Semarak.News –  Indonesia kembali menorehkan prestasi dalam kancah internasional. Kali ini kabupaten kecil di bagian Timur Jawa yaitu Banyuwangi unjuk gigi dalam Bidang Pariwisatanya. Pada Januari 2016 lalu, Banyuwangi meraih penghargaan terbaik dunia dalam ajang yang diadakan oleh United Nations World Tourism Organization (UNWTO) Awards ke-12 yang digelar di Madrid, Spanyol. Sebelumnya Lombok juga meraih penghargaan World Best Halal Destination Award 2015 dan World Best Halal Honeymoon Award 2015.

Kabupaten Banyuwangi yang lebih dikenal sebagai ‘Sunrise of Java’ mendapatkan penghargaan The Winner of Re-Inventing Goverment in Tourism dalam bidang Innovation in Public Policy Govermance (Inovasi Kebijakan Publik dan Tata Kelola Pemerintahan). Kemenangan ini didapatkan setelah bersaing sengit dengan beberapa negara lain yang memiliki pariwisata yang sangat terkenal seperti Kenya, Kolombia, dan Puerto Rico.

Bupati Banyuwangi, Abdulla Azwar Annas yang telah menjabat sejak tahun 2015 lalu melakukan berbagai terobosan dan inovasi baru untuk memajukan Daerahnya. Pemkab Banyuwangi melakukan indentifikasi terkait potensi wisata yang dapat dikembangkan dan menjadi kearifan lokal yang patut dibanggakan.

“Alhamdulillah Banyuwangi baru saja meraih penghargaan atas pariwisatanya. Kami mengelola pariwisata tanpa menggunakan dana dari APBN, semua murni dari peran aktif PNS disana dan masyarakat Lokal.” Ujar Annas ketika mendapatkan penghargaan Daerah paling Inovatif dalam Conference on Indonesia Foreign Policy (CIFP), Sabtu (17/8/2016) di Main Hall Kota Kasablanka, Jakarta Selatan.

Salah satu faktor yang menentukan perkembangan pariwisata di Banyuwangi adalah dengan diusungnya program Ekoturisme yaitu kegiatan pariwisata yang berwawasan lingkunagan dengan mengutamakan aspek konservasi alam, aspek pemberdayaan sosial budaya, dan ekonomi masyarakat lokal serta aspek pembelajaran dan pendidikan.

UNWTO adalah organisasi dibawah naungan PBB yang saati ini beranggotakan 157 negara, 6 anggota asosiasi, dan 480 anggota afilisasi dari sektor pariwisata, lembaga pendidikan, dab otoritas keamanan pariwisata. Organisasi ini teus mendukung pengetahuan, pengelolaan, terkait kebijakan pariwisata di seluruh penjuru dunia. Tugas utama UNWTO yaitu mempromosikan parwisata untuk mendorong kenaikan pendapatan, pertumbuhan ekonomi, kelestarian lingkungan, dan pembangunan inklusif.

Atas penghargaan tersebut pemkab Banyuwangi mendapatkan bantuan senilai Rp 10 miliyar untuk memajukan pariwisata di daerah Banyuwangi.

“Saat menerima penghargaan itu, kami juga mendapatkan hadiah dan bantuan sebesar Rp 10 miliyar untuk terus mengembangkan sektor pariwisata di Banyuwangi dan membuat kebijakan yang kreatif dan inovatif.” jelas Annas.

Bahkan akibat kemajuan sektor pariwisata, Banyuwangi berhasil menurunkan angka kemiskinan yang cukup signifikan.

“Alhamdulillah kami berhasil menurunkan angka kemiskinan yakni tingkat kemisinan pada 2010 sebesar 20,4 persen dan pada 2015 sudah berhasil turun sebesar 9,2 persen. Ini suatu kemajuan yang pesat, dibandingkan daerah lain yang malah angka itu terus meningkat”. tutupnya

Berbagai prestasi yang telah banyak ditorehkan Indonesia dalam kelas Dunia harus dapat menjadikan Indonesia lebih baik kedepannya di berbagai sektor khususnya Pariwisata. (MM)

TINGGALKAN BALASAN