Isu Pilkada Panas, Talkshow Polemik Pilkada Diselenggarakan

Jakarta, Semarak.News – Pilkada di Ibukota DKI Jakarta sepertinya banyak menimbulkan dinamika yang sangat besar. DKI Jakarta sebagai Ibukota negara tentu saja banyak menarik perhatian masyarakat, terutama dari beberapa profil kandidat calon gubernur dan wakilnya yang sudah banyak diketahui masyarakat menjadi semakin tingginya polemik dalam Pilkada DKI Jakarta 2017 mendatang.

Pilkada yang juga dilaksanakan di beberapa daerah seolah-olah tertutupi dengan hangatnya isu Pilkada di Jakarta. Polemik Sindo Trijaya.FM dengan tema Sinema Politik Pilkada DKI yang di adakan di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat , Sabtu (17/9) menghadirkan beberapa narasumber menjawab polemik DKI Jakarta yang hingga kini masih hangat diperbincangkan terutama mengenai petahana dan calon kandidat dari beberapa partai lain.

“Walaupun belum jatuh pada masa pendaftaran calon, namun terdapat beberapa kemungkinan akan terjadi dinamika politik seperti terbelahnya koalisi kekeluargaan menjadi beberapa bagian. Selain itu juga kemunginan besar pasangan Hanura, Golkar, dan Nasdem akan mencalonkan Ahok.” Ucap Hanta Yuda, Direktur Eksekutif Poltracking Indonesia.

Selain itu dijelaskan pula beberapa persyaratan dan ketentuan yang harus dijalankan oleh calon Gubernur dan wakil yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat.” Pendaftaran akan dilakukan tanggal 21 hingga 23 September. Yang bisa mendaftarkan harus memenuhi syarat kursi di DPRD sebanyak 22 kursi atau setara 25% dari pemilihan suara sah. Bisa dari parpol atau gabungan parpol. Partai menyerahkan dokumen pengesahan calon cagub dan cawagub serta adanya nota kesepakatan surat keputusan bersama apabila maju sebagau partai gabungan. Ada persetujuan antara partai dan bakal calon untuk mencegah pengunduran diri di tengah jalan. Setelah itu pada 24 September akan dilaksanakan tes kesehatan sampai tanggal 27 September.” Ujar Ketua KPU DKI Jakarta, Sumarno.

Sedangkan dari pihak PDI Perjuangan sendiri mengaku belum menetapkan calon walaupun sudah muncul beberapa nama yang potensial dicalonkan menjadi perwakilan kader partai dengan lambang banteng tersebut.
“Belum ada arahan dari ibu Mega, tapi akan segera dilaksanakan rapat DPP PDI Perjuangan dalam waktu dekat.” Jelas Eriko Sotardufa, Wakil Sekjen PDIP

Rizal Raml juga memyampaikan beberapa poin penting mengenai permasalahan Pilkada ini. “Jangan terlalu ribet, dan dinikmati saja. Karena kita biasa last minute. Jadi dinikmati saja. Tapi pak ahok saya warning Anda on the way down, bukan karena ras, bukan karena agama, tapi karena adanya beberapa penolakan. Mungkin untuk partai yang mendukung akan kasihan karena ratingnya pada 2019 akan menurun.” Jelasnya.
“Pak Ahok itu programnya bagus, tapi dia itu cenderung berpihak pada elit kuasa dan punya uang. Bagaikan tumpul ke atas tegas ke bawah. Selain itu Ideologi ahok bukan marheinisme yang bukan lanjutan ideologi bung karno. Terakhir, Antitesis dari model pembangunan yang dijalankan beliau menggunakan cara orba untuk pembangunan dengan mengumpulkan dana dari pengemban (off budget) yang otomatis melanggar peraturan keuangan. Pola ini seharusnya kita lawan. “ terang Rizal Ramli.

Mardani “jika dibandingkan antara kepemimpinan ahok saat bersama jokowi dan ahok saat ini tentu berbeda. banyak program yang bagus, tetapi dari segi pemukiman masih kurang. Tegas boleh, tetapi tetap harus mendengarkan rakyat”

“Siapapun yang menjadi gubernur saat ini berpotensi menjadi capres ataupun cawapres melihat dsri kasus jokowi yang merupakan gubernur dki. Sedangkan trend transisi dari pemimpin daerah jawa tengah dan jawa timur juga akan mempengaruhi dengan trend gubernur Jawa Tengah dan Jawa Timur yang bergeser pada calon gubernur DKI Jakarta. “ Mardani Ali Sera, Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta.

“ Bagaimana kita mendorong partai mengajukan pcalon terbaiknya masing masing baik dsri integritas maupun kapabilitas. Selain itu pilkada di daerah lain juga perlu diperhatikan.” Hanta yuda menyampaikan

“Yang memungkinkan hanya 4 pasang dan yang mungkin lolos hanya ada 2 hingga 3 pasang. Akan muncul peta kompetitif seperti jika ibu Risma maju akan menjadi calon kuat petahana. Kemungkinan besar ada 2 putaran . Petahana saat ini semakin rentan, namun lawan petahana juga jangan terlalu percaya diri dulu karena komposisi dengan wakil juga sangaat mempengaruhi.” Lanjutnya

“PDIP bukan sengaja mengajukan calon pada akhir-akhir tapi karena memang masih ada pilkada lain yang juga tidak kalah penting dengan pilkada DKI Jakarta. Nama-namanya sudah ada namun belum diputuskan dan akan segera diputuskan setelah selesai rapat DPP PDIP. Hingga saat ini masih belum diputuskan”. Tegasnya (APH)

TINGGALKAN BALASAN