Pelabuhan Rakyat Punggur Tak Kunjung Selesai

Pengerjaan pelabuhan rakyat Punggur hingga sore ini [Foto: Ronny/Semarak.News]

Batam, Semarak.News – Pelabuhan Rakyat bagi warga Punggur, Kelurahan Kabil, Kecamatan Nongsa, Batam sangat menunjang bagi ekonomi warga, karena dari pelabuhan ini lah mereka bisa mengangkut wisatawan atau orang yang ingin berpergian ke pulau-pulau yang ada di seberang Batam. Untuk satu kali perjalanan saja bisa 20 ribu rupiah untuk pulau terdekat. Pemerintah yang ingin menunjang ekonomi warga tersebut turut ikut serta dalam pembangunan pelabuhan rakyat bagi warga Punggur. Namun, sangat disayangkan proyek pengerjaan pelabuhan ini sering terhenti karena ada permasalahan.

Para pekerja sempat datang di lokasi namun langsung pulang lagi dan sempat menganggur selama 1,5 bulan. Pengerjaan ini baru mulai lagi pada Agustus kemarin. Warga sekitar berharap kepada pemerintah dalam menjalankan suatu proyek dikerjakan dengan maksimal. Menurut warga, pembangunan sekarang lebarnya kurang menjorok ke laut. Proyek pembangunan pelabuhan yang sekarang dengan panjang 22 meter dan lebar 5 lebar. Warga menginginkan adanya penambahan pelebaran sepanjang 3 meter karena dengan ukuran yang sekarang, kapal bisa kandas dan miring saat akan berlabuh serta susah untuk persiapan berlabuh.

Rincian Proyek Pembangunan Pelabuhan Rakyat Punggur
Rincian Proyek Pembangunan Pelabuhan Rakyat Punggur

“Kalau bisa ya ditambah 3 meter lagi, karena bisa-bisa kapal kita cepat kandas apalagi kalau kondisi air lagi surut, karena pinggirnya itu dangkal.”, ujar salah satu warga sekitar, Antha. Apabila sudah jadi dan maksimal pelabuhan ini bisa bongkar muat barang dan penumpang. Dengan adanya pembangunan ini, diharapkan banyak wisatawan yang ingin berpergian ke luar pulau lewat pelabuhan rakyat ini dan semakin mendongkrak ekonomi rakyat. ” Untuk usulan yang 3 meter itu sudah diajukan kepada DPRD Kota Batam oleh Pak Ketua RT 02 dan Lurah Kabil”, tambahnya.

Sementara ini, warga menggunakan pelabuhan lain untuk mengangkut penumpang dan bongkar muat barang sehingga warga harus belabuh agak jauh dari tempat tinggal mereka. Jumlah warga yang sering menggunakan pelabuhan ini sebanyak 7 orang, tapi tidak sedikit juga ada kapal yang sering transit di pelabuhan ini untuk berlabuh. Pengerjaan pelabuhan sekarang dilakukan oleh pemborong dari Tanjung Pinang dengan jumlah pekerja 7 orang termasuk pengawas, 3 diantaranya dari warga sekitar Punggur. (RDN)

1 KOMENTAR

TINGGALKAN BALASAN