Kepri Siap Menjadi Poros Maritim Indonesia

Rida K Liamsi dan Gubernur Kepri Nurdin Basirun dalam Forum Group Discussion [Foto: Ronny/Semarak.News]

Batam, Semarak.News – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kepulauan Riau bekerja sama dengan BEM Politeknik Negeri Batam menggelar Forum Group Discussion dengan tema “Peran Batam Bintan Karimun (BBK) Mewujudkan Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia dan Menyambungkan Archipelago Melalui Tol Laut” di Gedung Aula Lantai 4, Politeknik Negeri Batam pada 8 September 2016.

Acara tersebut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting diantaranya Gubernur Riau, Dr. H. Nurdin Basirun, Chairman Riau Pos Group, Rida K Liamsi, Ketua PWI Kepri, Ramon Damora, Sekretaris PWI sekaligus Moderator FGD, Saibansah Dardani, Rektor Universitas UMRAH, Prof. Dr. Syafsir AKhlus, M.Sc dan Kepala Dinas Pariwisata Kepri, Guntur Sakti.

Acara dimulai pada pukul 09.00 hingga pukul 13.00. Dibuka dengan pantun dan gurindam oleh salah satu Mahasiswi Politeknik Negeri Batam sebagai ciri khas orang suku Melayu. Kepala Dinas Pariwisata Kepri, Guntur Sakti menyatakan bahwa Kepulauan Riau mempunyai potensi sebagai gerbang bahari Indonesia sehingga pada Oktober 2016 mendatang akan diadakan Festival Bahari Kepri di Tanjung Pinang untuk mendukung Kepri sebagai gerbang wisata bahari Indonesia.

Selain itu, Prof. Dr. Syafsir AKhlus, M.Sc mengatakan bahwa Universitas UMRAH mewajibkan mahasiswanya untuk mempelajari pengantar dan teknologi maritim. “Untuk mendukung Indonesia menjadi maritim Dunia, Universitas UMRAH merubah kurikulum pembelajaran dengan mewajibkan pelajaran pengantar dan teknologi maritim untuk mahasiswa”, katanya.

Gubernur Riau, Dr. H. Nurdin Basirun juga mengatakan bahwa Indonesia ingin menjadi poros maritim dunia, sehingga salah satu poros maritim Indonesia berada di Kepulauan Riau dengan sumber daya alam yang melimpah. “Pemerintah akan merubah mindset masyakat yang dari dahulu diajarkan oleh para guru untuk menjadi jiwa agraris diubah menjadi negara maritim”, ujarnya.

Sebagai pembicara utama dalam FGD tersebut, Rida K Liamsi mengatakan bahwa dari 700 triliun rupiah yang dikeluarkan oleh pemerintah pusat untuk pembangunan infrastruktur jembatan, Kepri tidak mendapatkan bantuan untuk pembangunan jembatan. “Dari sekian triliun mengapa Kepri tidak tersentuh mendapatkan bantuan dari pemerintah padahal gerbang maritim Indonesia berada di Kepri”, cetusnya. (RDN)

TINGGALKAN BALASAN