Iver Huitfeldt Class Frigate Calon Pengganti Van Speijk Class Frigate yang Legendaris

Iver Huitfeldt Class Frigate Calon Pengganti Van Speijk Class Frigate yang Legendaris

Frigate Iver Huitfeldt Class F-361 milik Angkatan Laut Denmark

TNI-AL berencana akan memensiunkan armada Fregat Kelas Van Speijk yang akan memasuki masa pensiun setelah mengabdi selama hampir 50 tahun. Direncanakan, Fregat Van Speijk akan dipensiunkan secara bertahap mulai tahun 2017 mendatang.

Sebelumnya, berbagai cara telah dilakukan TNI-AL guna meningkatkan performa dan meremajakan armada Van Speijknya, seperti mengganti mesin dengan mesin yang lebih bertenaga, mengganti radar, dan mengganti sistem persenjataan meriam utama Oto Melara 76mm, Simbad anti-aircraft missile system, dan mengganti rudal Harpoon, dengan rudal C-802 buatan RRC (SS-N-26 Yakhont untuk KRI Oswald Siahaan).

Beberapa kali retrofit tersebut ditujukan untuk meremajakan dan menjaga serta meningkatkan performa Fregat Kelas Van Speijk TNI-AL. Namun, modernisasi di tubuh TNI-AL tidak hanya berhenti sampai disitu, TNI-AL harus menemukan pengganti untuk dapat senantiasa menjaga kedaulatan negara. Untuk itu, TNI-AL berencana untuk mengganti Van Speijk Class.

Mendengar hal tersebut, Pemerintah Denmark menawarkan Fregat Iver Huitfeldt untuk TNI-AL. Seperti dilansir oleh defencyclopedia, Fregat Kelas Iver Huitfeldt didaulat sebagai fregat terbaik keempat didunia. Pemerintah Denmark melalui Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Kerajaan Denmark untuk RI, Casper Klynge juga menawarkan fleksibilitas dan Transfer of Technology (ToT) serta menawarkan untuk dibangun di Indonesia. Bahkan, Menhan RI, Jenderal TNI (Purn.) Ryamizard Ryacudu sudah menengok Fregat Iver Huitfeldt di Belgia pada Maret 2016 silam.

Dengan bobot total 6.600 ton, panjang 138,7 meter, tinggi 19,75 meter, dan lebar 5,3 meter, kapal Fregat Iver Huitfeldt mampu melaju sejauh 17.000 km (pada kecepatan 18 knot) berkat 4 buah mesin diesel MTU yang mampu memroduksi total 32,8 MW.

Fregat Iver Huitfeldt dilengkapi dengan perlengkapan elektronik yang canggih, seperti Advanced Phased Array Radar (APAR) yang memungkinkan Fregat Iver Huitfeldt mendeteksi, membidik, dan menembak sasaran permukaan pada putaran 350 derajat penuh. Kemudian sistem radar Thales SMART-L memungkinkan deteksi target udara seperti pesawat, rudal, dan roket sejauh 400km. ditambah dengan radar AESA yang dapat mendeteksi target udara secara bersamaan.

Untuk sistem kanon, Fregat Iver Huitfeldt dilengkapi dengan 2 unit Saab CEROS 200 untuk mengendlikan penembakan kanon 76mm dan 35mm. Serta sonar Atlas ASO 94 untuk mendeteksi target bawah air yang terletak pada bagian bawah haluan kapal.

Untuk urusan persenjataan, kapal Fregat Iver Huitfeldt memiliki spesialisasi Air Defense Frigate, hal tersebut terlihat dari berjejalnya senjatan penangkis serangan udara, mulai dari 32 tabung peluncur Vertical Luncher System (VLS) SM-2 IIIA Surface-to-Air-Missile (SAM) yang dapat menjatuhkan target udara pada jarak 100km, 24 peluncur RIM-162 ESSM VLS untuk target udara pada jarak maksimal 50km, dan satu unit Oerlikon Millenium 35mm Close In Weapon System (CIWS) untuk menembak sasaran udara pada jarak dekat dengan semburan munisi 1000 butir/menit.

Sementara untuk kebutuhan melahap sasaran permukaan, Fregat Iver Huitfeldt dibekali dengan 2 buah OTO Melara 76mm (dapat ditingkatkan menjadi 127mm), 8 tabung peluncur rudal anti kapal permukaan Harpoon, dan 2 buah peluncur torpedo Dual MU-90 ASW untuk melahap target baik yang ada di permukaan, maupun target bawah air.

Kemudian, terdapat hangar dan helipad yang cukup besar sehingga memungkinkan helicopter dengan ukuran sedang untuk mendarat.

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN BALASAN