Styrofoam Sebagai Wadah Makanan Yang Berbahaya Untuk Tubuh

Styrofoam Boxes [Sumber: www.prlog.org]

Jakarta, Semarak.news – Pesatnya perkembangan perindustrian pangan saat ini. Hal tersebut Membuat segala halnya yang berkaitan dengan makanan kini semakin simpel. Mulai dari banyaknya makanan cepat saji. Makanan yang mengandung zat-zat berbahaya. Hingga pembungkus makanan yang menggunakan styrofoam sebagai wadah makanan.

Styrofoam atau polystyren atau lebih dikenal dengan sterefom dikalangan masyarakat banyak digunakan sebagai wadah untuk makanan. Namun pada awalnya styrofoam hanya digunakan dalam dunia industri sebagai bahan insuli. Karena mampu mempertahankan suhu lebih lama.

Pada umumnya styrofoam memiliki warna putih. Sehingga akan terlihat bersih dan biasanya berbentuk kotak atau menyerupai gelas air mineral. Bentuknya yang simpel dan ringan juga membuat styrofoam menjadi pilihan para penjual makanan  untuk dijadikan sebagai pembungkus makanan. Stryfoam juga dapat mencegah kebocoran dan tetap mempertahankan bentuknya ketika di pegang. Bahan ini juga mapu mempertahankan suhu. Sehingga benda yang ada didalamnya tetap panas dan dingin lebih lama daripada kertas atau bahan lainnya.

Styrofoam terbuat dari bahan-bahan styrene yang diproses dengan menggunakan benzana. Benzana inilah yang merupakan bahan kimia yang berbahaya bagi kesehatan apabila masuk kedalam tubuh. Bahan kimia yang terkadung dalam styrofoam akan meresap kedalam makanan. Semakin panas suatu makanan semakin cepat perpindahan zatnya. Bahan kimia ini juga akan berpindah lebih cepat terhadap makanan yang mengandung kadar lemak tinggi seperti bakso, soup, teriyaki. Selain itu makanan yang mengandung alkohol dan asam juga dapat mempercepat perpindahan zat berbahaya ini kedalam makanan.

Beberapa masalah pada kesehatan tubuh manusia yang diakibatkan zat berbahaya ini diantaranya sebagai berikut.

  1. Menggangu sistem syaraf yang menyebabkan tubuh mudah kelelahan.
  2. Benzena yang masuk kedalam sel darah lama-kelamaan akan merusak sumsum tulang belakang. Sehingga produksi sel darah merah dapat terganggu dan  menimbulkan anemia.
  3. Mempercepat detak jantung, mudah gelisah, badan gemetaran dan sulit tidur.
  4. Sistem imun akan berkurang sehingga tubuh mudah terinfeksi.
  5. WHO mengkategorikan styrofoam sebagai bahan carsinogen atau bahan penyebab kanker.
  6. Pada wanita, zat ini dapat mengganggu siklus menstruasi. Mengancam kehamilan, karena styrene dalam styrofoam bisa bermigrasi kejanin melalui plasenta pada wanita yang sedang mengandung. Serta dapat menyebabkan kanker payudara dan kanker prostat.
  7. Dibeberapa kasus, benzana bahkan bisa menyebabkan hilang kesadaran hingga kematian.

Namun sayangnya racun berbentuk wadah makanan ini sudah menjadi hal yang umum dikalangan masyarakat. Penggunaannya tidak hanya pada restoran-restoran cepat saji tapi juga pada tukang jajanan di pinggir jalan. Bahkan ironisnya, styrofoam banyak digunakan di kantin-kantin sekolah. Bisa dibayangkan bagaimana nantinya kesehatan anak muda penerus bangsa ini. Beberapa negara seperti Kanada, Jepang, China, Korea dan beberapa negara bagian Amerika telah menetapkan peraturan untuk tidak menggunakan styrofoam sebagai wadah makanan. Kita hanya bisa menunggu apakah pemerintah kita juga akan mengeluarkan larangan yang sama di negeri kita ini. (TH)

TINGGALKAN BALASAN