Kopi Bisnis Menjanjikan

(sumber:http://www.dreamers.id/)

Jakarta, Semarak.News Kian meningkatnya penikmat kopi Indonesia, menciptakan tren gaya hidup baru dalam masyarakat.

“Gaya hidup mendorong volume dan pola konsumsi. Pemilik pabrik terus merilis produk terbaru,” kata Menteri Perindustrian Saleh Husin melalui siaran pers, Sabtu (28/5).

“Yang untung petani dan pengolah kopi. Sedangkan konsumen seperti dimanjakan oleh banyaknya pilihan.” ujarnya. Konsumsi kopi olahan di dalam negeri kian meningkat, rata-ratanya mencapai lebih dari tujuh persen dalam satu tahun. Kehadiran kedai-kedai kopi dan coffe shop yang mulai menjamur pun menjadi motor peningkatan produksi kopi lokal.

Kedai kopi dan coffe shop menjadi pilihan anak muda masa kini sebagai tempat nongkrong dan membuat tugas sekolah atau kuliah. Sehingga hal itu pun diikuti dengan tren ngopi sebagai teman nongkrong dan membuat tugas.

“Kopi, di tangan anak muda, menjadi industri kreatif. Dari produknya hingga iklan dan desain kafe, semuanya menjadi bernuansa segar dan ‘muda’. Saya juga salut pada barista yang menyajikan menu kopi berbasis kopi khas Indonesia karena turut mempromosikan kopi Tanah Air,” ujar Saleh.

Saleh menyatakan apabila pengembangan industri kopi masih memerlukan peningkatan. Melihat data saat ini menunjukan baru mampu menyerap sekitar 35 persen produksi kopi dalam negeri dan sisanya 65 persen masih diekspor dalam bentuk biji.

Upgrade alat-alat dalam industri kopi merupakan pilihan yang harus diambil, melihat peluang dari konsumsi kopi sendiri yang besar. Mengolah kopi dari biji menjadi bubuk dapat meningkatkan nilai tambah dari hasil produksi. Menciptakan lapangan pekerjaan yang lebih baik pula.

Apalagi, konsumsi kopi masyarakat Indonesia rata-rata baru mencapai 1,2 kg per kapita per tahun jauh di bawah negara–negara pengimpor kopi seperti USA 4,3 kg, Jepang 3,4 kg, Austria 7,6 kg, Belgia 8,0 kg, Norwegia 10,6 Kg dan Finlandia 11,4 Kg per kapita per tahun. (WSN/RBK)

(sumber:http://www.dreamers.id/)
(sumber:http://www.dreamers.id/)

TINGGALKAN BALASAN