Bandar Lampung, Semarak.news –  Sekitar dua ratus Driver Mitra Grab Kota Bandar Lampung yang tergabung dalam Forum Komunikasi Grab Lampung (FOKGRAL) melakukan Aksi Unjuk Rasa di Tugu Adipura dalam rangka menyikapi ketentuan yang diberlakukan oleh pihak Aplikator Grab yang dianggap merugikan para Driver selaku Mitra Grab.

Ichwan selaku Ketua koordinator Aksi Lapangan mengatakan bahwa “kami bukan karyawan melainkan Mitra dari Perusahaan Grab”, ujarnya.

Pasalnya pengemudi ojek online punya posisi yang lemah ketika perusahaan aplikasi membuat suatu kebijakan yang dianggap merugikan pengemudi. Misal, penetapan tarif dan promo yang kerap berubah tanpa sosialisasi terlebih dahulu dan hanya menguntungkan pengguna jasa ojol. Selain itu kebijakan perusahaan dalam memberikan hukuman (suspend) kerap bermasalah karena tak mengupayakan verifikasi terlebih dahulu.

Dengan adanya Aksi Unjuk Rasa ini, Pihak Grab Lampung akan mengkoordinasikan kepada Grab Pusat terkait tuntutan dari para pengunjuk rasa, mereka berjanji akan memberikan solusi dalam rentang waktu satu minggu kedepan.

Nuril (27) salah satu koordinator Komunitas Driver Online sangat kecewa dengan kebijakan perusahaan Grab yang memutus mitra dengan semena-mena tanpa alasan yang jelas.

“Kami butuh pekerjaan pihak aplikator Grab seharusnya tidak melakukan suspend secara sepihak hanya karena soal salah titik, seolah-olah aplikasi Grab sangat sempurna”, ujarnya.

Jika dalam waktu satu minggu kedepan pihak Grab belum ada tindak lanjut terkait tuntutan tersebut, maka dapat dipastikan para Driver Grab akan melakukan aksi serupa dengan masa yang lebih banyak untuk menuntut hak dan keadilan bagi Mitra Driver Grab Lampung.

TINGGALKAN BALASAN